pertanyaan
Leave Your Message
Peran Penting Pengujian Tingkat Dyne dalam Proses Pelapisan AG, AR, dan AF
Berita Produk

Peran Penting Pengujian Tingkat Dyne dalam Proses Pelapisan AG, AR, dan AF

21 Januari 2026

Uji nilai dyne untuk kaca penutup (seperti kaca pelindung untuk ponsel, tablet, layar otomotif, dll.) terutama digunakan untuk mengevaluasi energi permukaan/tegangan permukaan kaca (satuannya biasanya mN/m atau dyne/cm, keduanya sama) untuk menentukan apakah kemampuan pembasahan dan adhesinya terhadap proses selanjutnya (seperti pencetakan tinta, perekat UV, pelapisan, perekat OCOCA, sablon tepi, dll.) mencukupi.

Screenshot 2026-01-21 115716.jpg

Mengapa pengujian dyne diperlukan untuk kaca penutup?

  • Energi permukaan kaca yang bersih secara alami biasanya sekitar 34–40 mN/m (mendekati nilai kaca dalam kondisi alami).
  • Namun, banyak proses hilir (seperti sablon tinta hitam/putih, pelapisan primer sebelum pelapisan AF/AG/AR, pengikatan perekat, dll.) memerlukan tegangan permukaan ≥36–42 mN/m, atau bahkan lebih tinggi (beberapa proses dengan persyaratan tinggi memerlukan ≥44–50).
  • Jika nilai dyne terlalu rendah, masalah seperti tinta menetes, penyusutan tepi, daya rekat yang buruk, dan pengelupasan lapisan dapat terjadi.

Metode pengujian umum (metode pena dyne/larutan dyne)

Ini adalah metode pengujian di tempat yang paling umum digunakan dan tercepat di industri kaca penutup, dan standar referensinya mendekati ISO 8296 atau spesifikasi pengujian tegangan permukaan serupa untuk plastik/bahan non-porous.

Langkah-langkah Pengoperasian (Metode Pena Dyne):

Persiapan:

  • Lingkungan: Suhu 18–25℃, Kelembapan 40–60% RH (kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memengaruhi penilaian).
  • Contoh: Pastikan permukaan kaca bersih, bebas dari sidik jari, minyak, dan debu (biasanya dilap dengan kain bebas serat dan alkohol, lalu dikeringkan dengan udara).
  • Peralatan: Satu set pena dyne (kisaran umum 30–56 atau lebih tinggi, satu pena untuk setiap 2 mN/m, seperti 32, 34, 36, 38, 40, 42, 44, dst.).

Prosedur Pengujian (Metode Dikotomi atau Inkremental):

  • Mulailah dengan nilai titik tengah (misalnya, 38 atau 40 mN/m).
  • Tekan pena dyne secara vertikal dan ringan ke permukaan kaca, gambar garis lurus dengan panjang sekitar 3–10 cm dengan kecepatan seragam (jangan terlalu menekan untuk menghindari goresan).
  • Pengamatan Langsung (fokus pada perilaku dalam 2 detik):
  1. Jika garis tinta tetap kontinu, rata, tidak menyusut, dan tidak menggumpal → Tegangan permukaan ≥ nilai pena → Gunakan pena dengan tingkat kekerasan yang lebih tinggi untuk melanjutkan pengujian.
  2. Jika garis tinta menyusut, menyempit, putus, atau menyusut menjadi butiran kecil dalam waktu 2 detik → tegangan permukaan
  • Ulangi hingga ditemukan nilai kritis: nilai pena tertinggi yang tetap kontinu tanpa penyusutan dalam waktu 2 detik adalah nilai dyne dari kaca (akurasi hingga 2 mN/m).

Contoh pertimbangan (persyaratan umum untuk kaca pelindung):

  • Tinta sablon biasa untuk bagian tepi: biasanya membutuhkan ≥ 36–38 mN/m.
  • Persyaratan daya rekat tinggi (seperti perekat optik tertentu, pra-perlakuan AF): ≥ 40–44 mN/m.
  • Beberapa proses AG/anti-sidik jari kelas atas: bahkan memerlukan ≥ 46–50 (seringkali memerlukan perlakuan plasma atau ozon UV untuk mencapainya).

Screenshot 2026-01-21 115557.jpg

Catatan

  • Pengujian harus dilakukan sesegera mungkin setelah perawatan (energi permukaan perawatan plasma/UV ozon/api menurun seiring waktu, terutama terlihat jelas dalam beberapa jam hingga 1-2 hari).
  • Kaca lebih hidrofilik daripada plastik, tetapi lapisan, minyak pemoles, dan lapisan pelindung sisa dapat mengurangi energi permukaan secara signifikan.
  • Energi permukaan dapat bervariasi antara area yang berbeda (bagian tengah vs. tepi, area yang dilapisi vs. area yang tidak dilapisi), sehingga disarankan untuk melakukan beberapa pengujian.
  • Pulpen Dyne memiliki tanggal kedaluwarsa (biasanya 6-12 bulan); pulpen Dyne yang kedaluwarsa atau menguap akan menghasilkan tulisan yang tidak akurat.
  • Metode yang lebih akurat adalah menggunakan alat pengukur sudut kontak + air/diiodometana untuk menguji metode Owens-Wendt untuk perhitungan energi permukaan, tetapi pena dyne umumnya digunakan dalam praktiknya.