Bagaimana bezel hitam pada kaca penutup layar sentuh dicetak dengan teknik silkscreen?
Langkah 1: Persiapan Substrat Kaca
- Pembersihan: Bersihkan secara menyeluruh lemak, debu, dan kotoran dari permukaan kaca menggunakan metode seperti pembersihan ultrasonik atau pembersihan plasma. Ini sangat penting untuk memastikan tinta menempel dengan baik.
- Praperlakuan: Terkadang, lapisan dasar atau perlakuan kimia digunakan untuk meningkatkan energi permukaan kaca.
Langkah 2: Sablon
- Ini adalah alat utama dalam sablon. Berdasarkan gambar desain tepi (biasanya file CAD), stensil sablon dengan presisi tinggi dibuat.
- Parameter utama sablon: jumlah mesh (menentukan laju aliran tinta dan kehalusan garis), tegangan, ketebalan emulsi fotosensitif, dll. Pencetakan bingkai biasanya membutuhkan layar dengan jumlah mesh tinggi untuk menghasilkan tepi yang halus.

Langkah 3: Pencampuran Tinta
- Tinta garis tepi hitam bukanlah cat biasa, melainkan tinta kaca yang dikembangkan secara khusus. Komponen utamanya meliputi:
- Resin/Pengikat: Biasanya resin epoksi atau sistem poliuretan, yang memberikan daya rekat, kekerasan, dan ketangguhan.
- Pigmen: Pigmen anorganik dengan tingkat kehitaman tinggi (seperti pigmen keramik hitam), membutuhkan daya tutup yang kuat dan warna yang seragam serta stabil.
- Pelarut: Menyesuaikan viskositas tinta agar sesuai untuk pencetakan.
- Aditif: Meningkatkan perataan, ketahanan abrasi, ketahanan terhadap bahan kimia, dll.
- Viskositas dan tiksotropi tinta perlu dikontrol secara tepat untuk memastikan pola cetak yang jelas dan tidak menyebar.
Langkah 4: Sablon
- Posisikan substrat kaca dengan tepat di atas meja mesin cetak.
- Layar diturunkan hingga jarak tertentu dari permukaan kaca (jarak layar).
- Alat pengikis (squeegee) menggesekkan tinta di layar dengan tekanan, sudut, dan kecepatan yang telah ditentukan, memindahkan tinta melalui area grafis pada layar ke permukaan kaca.
Langkah 5: Pengeringan Awal/Perataan
Setelah dicetak, kaca memasuki terowongan pengeringan suhu rendah (sekitar 80-150℃) untuk memungkinkan sebagian pelarut dalam tinta menguap, sehingga tinta dapat mengering dan merata, membentuk lapisan yang seragam. Langkah ini mencegah operasi selanjutnya merusak pola.

Teknologi dan Tantangan Utama
1. Penyelarasan Presisi Tinggi: Bingkai harus sejajar sempurna dengan kontur kaca dan lapisan selanjutnya (sensor sentuh, layar tampilan), dengan kesalahan biasanya dalam ±0,1 mm. Hal ini membutuhkan sistem penyelarasan visual presisi tinggi dan mesin yang stabil.
2. Kehalusan dan Keseragaman Tepi: Tepi bingkai harus tajam, bergerigi, dan bebas dari gerigi. Ketebalan lapisan tinta harus seragam, bebas dari cacat seperti kulit jeruk, lubang kecil, dan gelembung.
3. Kinerja Tinta: Selain kehitaman dan daya rekat dasar, hal-hal berikut juga diperlukan:
- Kekerasan tinggi (biasanya membutuhkan kekerasan pensil ≥6H) untuk menahan goresan.
- Ketahanan cuaca yang sangat baik: Tahan terhadap radiasi UV, suhu tinggi, dan kelembapan tinggi tanpa perubahan warna.
- Ketahanan kimia yang baik: Tahan terhadap korosi akibat keringat, deterjen, kosmetik, dll.
4. "Pencetakan Kontur": Untuk kaca lengkung 2.5D atau 3D, pencetakan sablon menjadi jauh lebih sulit. Layar fleksibel atau peralatan pencetakan permukaan lengkung khusus diperlukan untuk memastikan daya rekat tinta yang seragam bahkan pada permukaan lengkung.










